Nyatanya beberapa tradisi dan juga budaya dari sebuah daerah, memang memiliki tradisi tersebut yang mana berkaitan langsung dengan adanya hal-hal yang berbau mistis dan sudah pasti sangat menyeramkan. Alias dalam hal ini tidak biasa dan konon katanya mampu membuat bulu kuduk kalian jadi berdiri jika hanya membayangkannya saja. Seperti halnya tradisi dari suku Pemburu Kepala yang berada di beberapa daerah yang ada di dunia dan salah satunya berasal dari Negara Indonesia. Dan pada beberapa suku ini berhasil mempraktekkan atau menggunakannya sebagai Ritual Violence, lalu bisa menunjukkan maskulinitas sampai pada akhirnya Kanibalisme lah yang muncul. 

Kalian kebayang enggak sih ? kalau seandainya Suku Pemburu Kepala ini beredar keberadaannya sampai menyentuh garis Kota ? sudah pasti bakalan membuat kalian semua ketar ketir. Pasalnya, sewaktu-waktu nyawa kalian bisa terancam begitu saja dari kehadiran Suku yang satu ini ! nah kira-kira, selain adanya Suku Pemburu Kepala yang berada di Indonesia. Dimanakah mereka berada ? apakah masih di Indonesia juga atau justru adanya di luar Negeri ? jika iya, Alhamdulillah banget deh wkwkwkwk…. 

Suku Pemburu Kepala : Suku Dayak Laut, Borneo 

Disini Suku Dayak Laut atau yang memang biasa dikenal sebagai iban yang sudah menjadi salah satu suku Head Hunter Terngeri yang pernah ada di dunia ! suku ini sangat suka berdiam diri di wilayah pesisir pantai, namun bukan karena judi sabung ayam berdiam diri atau tinggal di pesisir pantai membuat suku yang satu ini jadi terkenal sampai ke Mancanegara. 

Hal yang mampu membuat Suku Dayak Laut ini menjadi sangat terkenal adalah dari ritual perburuan kepala yang telah dilakukan oleh mereka terutama sekali pada saat bertarung hanya untuk memperluas wilayah dari kekuasaan. Umumnya peperangan yang dilakukan oleh Suku Dayak Laut ini sudah berlangsung sangat amat sengit. Selama berperang, Suku Iban juga biasanya sudah melakukan praktik pemenggalan kepala dari lawannya dalam menunjukkan Superioritas mereka di depan dari lawan-lawannya. 

Dan dalam bahasa Lokal, ritual ini sudah dinamakan dengan Ngayau. Dan ritual ini sendiri bahkan pernah sangat terkenal di Era perang Dunia ll dimana pada saat itu, Suku Iban bisa membentuk Aliansi yang berisikan atas ribuan Ksatria Pemburu Kepala Manusia ! dan konon katanya juga, mereka ini mampu untuk bisa menghabisi 1.500 tentara jepang yang datang langsung ke wilayah Kalimantan ! ( Ini bagus nih, yang diIncar masa penjajahan ). Seiring dari perkembangan Zaman, praktik Ngayau sendiri mulai saja ditinggalkan dan semoga saja tidak pernah dilakukan lagi nantinya. 

Suku Pemburu Kepala : Suku Igorot, Filipina 

Suku ini sendiri memburu kepala yang mana didasari oleh berbagai hal. Dimulai dari perebutan kekuasaan, persembahan untuk musim panen, lalu sebagai tumbal bagi kesehatan hingga adanya seserahan saat diadakannya Upacara Pernikahan. Walau begitu, tidak sembarang orang boleh dalam melakukan ritual dari perburuan kepala ini. Hanya saja para prajurit yang sudah ikut berperang atau memenangkan duel dengan lawannya yang bisa diizinkan melakukan ritual tersebut. 

Prajurit ini umumnya ditandai langsung dari adanya tato yang bertuliskan “ c h k l a g “ yang menjadi simbol seorang Head Hunter. Disaat memenggal bagian kepala dari buruannya tersebut, suku ini biasanya memang menggunakan bantuan dari pemakaian senjata tradisional yang mereka miliki dengan bentuk seperti Kapak Besar.  Suku Igorot percaya, dari semakin banyaknya penggalan kepala tersebut maka, akan semakin kuat juga magis yang dimiliki oleh mereka. 

Kepercayaan ini yang membuat Suku Igorot dikenal sebagai suku yang sangat senang sekali dalam melakukan perang. Selain daripada itu, adanya tensi atas perselisihan antar suku sudah menjadi semakin meninggi. Entah dipicu dari hal apa yang mengacu pada ketersinggungan atau ajang balas dendam dikarenakan ada anggota sukunya yang dipenggal oleh kelompok lainnya. Bukti dari hadirnya tensi perselisihan ini adalah adanya peperangan Suku Igorot dengan tuangan tulisan buku “ The Bontoc Igorot “- By Albert Ernest Jenks ( 1950 ). Dalam buku ini, dijelaskan juga bahwa peperangan yang sudah dilakukan oleh Suku Igorot bisa berlangsung dalam kurun waktu beberapa jam hingga dalam kurun waktu 1 hari penuh. 

Perang baru bisa berhenti ketika kedua belah pihak yang bersinggungan tersebut sudah sama-sama puas atas jumlah kepala yang bisa mereka penggal. Total dari jumlah kepala yang bisa dipenggal sangat amat bervariasi, dimulai dari satu hingga lusinan yang bergantung dari seberapa dalam dendam antara kedua suku. 

Seiring dari berjalannya waktu serta masuknya pengaruh dari ajaran kristen ke Filipina, dan praktik perburuan kepala ini sudah mulai ditinggalkan. Lalu Suku Igorot pun mulai mencoba dalam mengubah pola pikir mereka yang pada akhirnya secara bertahap meninggalkan praktik yang sangat mengerikan ini ! 

Suku Pemburu Kepala : Suku Shuar, di Peru & Ecuador

Suku ini sendiri tinggal di bagian terpencil yakni dari Hutan Amazon yang ada di 2 negara ( Peru dengan Ekuador ). Suku Shuar konon katanya shi memiliki struktur masyarakat yang sangat kompleks dan juga sudah dikenal dengan berbagai macam ritual uniknya. Beberapa diantaranya adalah ritual dari kedewasaan para remaja pria yang diwajibkan untuk bisa melakukan perjalanan bersama dengan ayah atau bersama paman mereka dalam kurun waktu beberapa minggu ke tempat air terjun yang sangat keramat. 

Nah dalam perjalanan ini, para remaja dari Suku Shuar sendiri hanya diperbolehkan untuk bisa mengkonsumsi air perasan tembakau yang niscaya dipercaya, dapat membuat mereka menjadi kuat dan juga siap untuk bertempur di medan perang. Selain adanya ritual tersebut, satu lagi nih ritual lainnya yang dikatakan sangat amat menyeramkan. Suku Shuar akan mulai mencari atau memburu kepala manusia dan juga mengawetkannya guna dijadikan sebagai bahan dari Jimat. Disana sudah dikenal sebagai tsantsa

Selain bisa digunakan sebagai jimat, maka tsantsa ini seringkali dianggap langsung sebagai lambang Supremasi di Kalangan Suku Shuar. Dengan semakin banyak orang-orang yang memiliki Tsantsa, maka akan semakin tinggi juga kedudukan yang sudah dimiliki oleh orang tersebut. Proses dari pengawetan kepala yang dipenggal tadi, ternyata sudah pernah diabadikan oleh seseorang yang memiliki nama Edmundo Bielawski sejak tahun 1965. Dan rekaman ini sendiri menjadi satu-satunya rekaman yang pernah didokumentasikan terkait atas dasar ritual mengerikan yang sudah dilakukan oleh Suku Shuar. 

Suku Pemburu Kepala : Suku Aztec, Meksiko 

Amerika Latin – atau Meksiko ternyata tidak hanya dikenal sebagai ritual pengorbanan manusia yang sudah dilakukan, tetapi sudah dikenal dengan adanya ritual dari perburuan kepala. Mereka ini sangat amat gemar sekali mengoleksi kepala dari Musuh-Musuh yang sudah dikalahkan. Kepala-kepala ini kemudian mereka kumpulkan dalam sebuah rak kayu yang mana memiliki nama Tzompantli. Agar nantinya kepala bisa ditempatkan, maka kepala yang sudah dipenggal akan diberi lubang agar nantinya bisa dimasukkan ke tiang penyangga di dalam Tzompantli. 

Praktik yang sangat mengerikan ini dipercaya sudah berlangsung sejak abad ke 7 atau masuk pada tahun 13 Masehi. Didasari pada catatan Fray  Diego Duran dan Bernard ortiz de  Montellano, sudah lama ditemukan setidaknya 60 tengkorak manusia di sebuah kuil yang memiliki nama Tenochtitlan. Pada semua tengkorak tersebut yang sudah tertata sangat amat rapi dalam Tzompantli raksasa yang disebut dengan Huey Tzompantli. Dan catatan dari kedua orang diatas juga bisa mengatakan jika sedikitnya terdapat 5 Buah Huey Tzompantli di dalam Komplek dari Kuil Tenochtitlan.