Adakah diantara kalian mengenali suku yang ada di Nusa Tenggara Timur ( NTT ), Indonesia ini ?.. mungkin kalian hanya tahu beberapa suku yang berada di Indonesia, namun tidak menyeluruh dari Sabang sampai Marauke kalian ketahui beranekaragamnya suku yang dimiliki oleh Indonesia. Daya tarik wisata Alor di NTT ini tida semereta merta hanya menjadi wisata baharinya saja, namun kalian harus tahu bahwasannya di kabupaten ini juga terkenal sekali dengan adanya Mamalia bernama dugong yang sering disebut dengan “ Mawar “ yang kenal sekali akan keunikan dari sejarah serta kebudayaan yang memang khusus terdapat di desa Takpala.

Desa Takpla ini sendiri, menjadi slah satu aset yang meamng benar dianggap sebagai salh satu cagar budaya yang dilindungi di dalam peraturan daerah Kabupaten Alor. Jadi tidak akan heran, jika nantinya kalian berkunjung ke NTT ini, akan diberikan kesan yang unik bagi suku Abui ini sendiri. Termasuk mengenai pakaian Tradisional yang disana ditenun dengan penggunaan alat Tradisional yang menggunakan tangan langsung. Pakian ini emamngs engaja di buat serta di gunakan untuk menyambut para wisatawan yang sering mendatangi kampungnya tersebut sembari melakukan tarian Lego-lego.

Menelisik Jauh Suku Abui, Nusa Tenggara Timur

mengenai busana, kalian harus tahu betul bahwasannya penari di sana menggunakan Kain Sarung serta adanya kain tenun yang memang khas sekali dari Alor. Sdangkan pada bagian kepala dari penari Pria ini sendiri menggunakan penutup kepala yang anntinya dibentuk dari kain dan selanjutnya rambut penari wanita di biarkan terurai. Aksesoris tambahan dari sang penari ialah terlengkapinya dengan penggunaan gelang kaki yang nantinya menghasilkan suara yang mengikuti dari langkah kaki tersebut ( kalau ini mimin langsung kebayang Film India guys. Dimana, di film India terdapat tarian khusus yang menggunakan gelang kaki ).

Kalian sebagai wistawan yang ingin mengenakan pakaian adat dari suku Abui ini, maka kalian bsia menyewa dengan harga sesuka hati ( waduh beanr-beanr ramah yah suku abui ini ). Tak ajrang para turis ada yang memberi harga sewa kurang lebih RP. 50.000,00- tak heran jika para wisatawan lokal maupun wisaytawan asing ini sangat senang dengan suku Abui dan ingin rasanya para wisatawan ini balik lagi ke desa Takpala yang ditinggali oleh suku Abui di karenakan keseharian yang dilakukan oleh suku Abui ini sangat amatlah menyenangkan dai suku-suku yang lainnya. jadi rasanya pas deh ketika kalian sedang ada masalah berlibur ke suku ini yang akan membuat kalian bahagia sejenak dan melupakan masalah yang sdang kalut melanda kalian.

Terkenal Sebagai Suku Paling Bahagia Di Indonesia

Abui = Barawahsing = Barue = Namatalaki. Ini semua beberapa panggilan dari suku Abui ini. namun, saran mimin kalian tetap emmanggilnya dengan sebutan suku Abui saja yah. Pasalnya arti dari Barawhing itu ialah Bau, Hitam serta berasap. Ajdi tidak sopan memanggil dengan kata-kata seperti itu ya guys ( walau dikeanl dengan nama yang tadi sudah mimin kasih tau ya ).

Mengapa bisa di bilang sebagai suku yang penuh akan kebahagiaan ? karena, kalian nantinya bisa menemukan Keramahtamahan dari suku Abui ini ketika suku tersebut menjamu kalian layaknya tamu terhormat saat datang ke pedalaman yang terdapat di Nusa Tenggara Timur ini. intinya disni kalian akan melihat begitu bahagia dan kompaknya suku Abui ini.

Alasan Yang Mendukung Itu Semua

Hal ini terjadi pastinya akibat ada sebab atau alasan menentu dong. Kalian, coba saja langsung datang ke suku Abui yang ada di NTT ini pastinya kalian akan disambut oleh Mama-mama dari suku Abui ini dengan tangan terbuka. Jdi, para turis saja juga memberikan sebuah pendapat yang masuk kedalam suatu fakta yakni Suku Abui ialah suku yang mudah sekali di dekati Di Indonesia ini.

Saking ramahnya, ketika kalian datang maka akan disambut dengan adanya Tarian-tarian serta nyanyian yang dibawakan langsung oleh para Mama suku Abui sana yang sangat murah hati serta dermawan.

Kaya Akan Budi Bahasanya

Yang anmanya sebuah suku, pastinya memiliki bahasa shari-hari dong. Dan bahasa suku Abui biasa di gunakan dalam berbahasa sehari-harinya. Seperti yang sudah kalian ketahui sebelumnya, suku Abui ini mendiami desa bernama Takpala. Dilansir dari Grimes & Max Jacob di dalam sebuah bukunya mengatakan bahwa suku Abui ini memiliki beberapa dialog / dialek / tutur bahasa seperti ; Atimelang, Kobola, serta Alakaman. Ini menjadi bahasa-bahasa yang memang sudah tercampuri dari adanya Bahasa Papua, Alor serta Makasai.

Namun, mengikuti perkembangan zaman serta adanya penekanan dari pemerintah meminta suku Abui ini menggunakan bahsa Indonesia sebagai salah satu bahasa percakapannya sehari-hari

Kepercayaan Yang Masih Di Anut Suku Abui

Kepercayaan atau agama akan dimiliki oelh setiap umat yang ada di dunia ini. dimaan Suku Abui ini memiliki kesamaan terhadap suku lainnya yang ada di Indonesia yang memang memiliki kepercayaan khusus terhadap agamanya tersebut. dimana, dulunya masyarakat suku Abui ini menganut paham Animisme. Hal ini terjadi memang sebelum adanya sebuah Misionaris Agama Protestan masuk ke dalam Suku Abui ini.

Berarti jika di lihat dari sedikit presentase yang beredar bahwasannya 50% dari suku Abui ini memeluk Agama Kristen Protestan. Dimana, data ini mimin dapatkan di jashua project dot com yang merupakan situs misionaris keagamaan.

Sekilas Mendetail Perjalanan Suku Abui Nusa Tenggara Timur

Mulai dari keberadaanya, lalu beralih kepada pengenalan lain dari Suku Abui ini, ada juga beberapa hal menarik seperti halnya penyambutan dengan menggunakan tarian-tarian khas dari Suku Abui oleh para mama-mama yang ada di suku tersebut, lalu juga ada mengenai keagamaan yang ada di suku Abui ini hingga sampai pada penyewaan pakaian hasil dari tenunan orang-orang yang ada di suku Abui ini sendiri. Saatnya kita lebih mendetail lagi secara seksama mengenai perjalanan kalian untuk bisa mencapai suku yang satu ini.

Suku Abui terletak di Desa Takpala, yang dimana desa tertua ini selalu dikunjungi para pelancong. Terlebih lagi bagi kalian yang emamng ingin mempelajari yang namanya Anthhtopologi dan juga nilai kebudayaan. Tidak ada salahnya jika kalian mendatangi langsung suku Abui ini dibandingkan kalian membaca review orang-orang yang sudah pernah datang ke desa Takpala tempat suku Abui tinggal.

Ingin tahu bukan jarak tempuh yang bisa kalian tempuh agar kiranya mencapai Desa Takpala ini.

DESA TAKPALA

Suku : Abui

Letak : kurang lebih 11 hingga 13 Kilometer sebelah timur dari Kalabahi.

Biaya Masuk Desa : kalian harus merogoh kocek sekitar Rp. 400.000,00-

Lokasi Tepatnya : Dusun lll Kemengtaha, Lembur Barat, Alor Utara, Alor, Wilayah Nusa Tenggara Timur daerah Indonesia.