Jaman semakin berkembang, seiring dengan teknologi yang kian maju. Namun betulkan hal ini berbanding sejalur dengan peradaban manusianya? Betul aneka kemajuan jaman memaksa manusia untuk turut menyesuaikan. Di era modern ini banyak sistem kerja baru dimana manusia perlu untuk terus belajar dan mengikuti ke arah mana jaman itu berkembang. Namun betulkan semua manusia modern terus berkembang dan selalu menjadi lebih baik dibanding masyarakat kuno yang berada di pedalaman? Indonesia terdiri beraneka macam suku yang beragam dan mendiami daerah pedalaman masing-masing. Setiap suku itu memiliki kebudayaannya masing-masing dan menjadi ciri khas yang unik. Kebanyakan dari suku ini adalah satu bagian dari kebudayaan besar golongan masyarakat yang tinggal di Indonesia. Beberapa suku unik ini memiliki nama

 

1. Pedalaman Suku Badui

Suku Badui adalah suku yang sangat terkenal dan hidup sudah cukup lama di Indonesia. Suku Badui hidup di Indonesia tanpa terkait maupun berinteraksi keluar atau mengenal akan modernitas. Oleh karena itu, para wisatawan yang berkunjung ke tempat di mana suku Badui ini tinggal seringkali agak kaget dan belum terbiasa dengan pola hidup yang diterapkan suku ini. Tidak ada penggunaan elektronik atau perabot moderen seperti di kota besar. Bahkan listrik pun tidak digunakan disana. Seperti tinggal di pedesaan yang sangat tertinggal dan sangat menggantungkan hidup berdasarkan kondisi alam.

Masyarakat yang tinggal di provinsi Banten akan lebih mengenal akan suku ini. Suku ini tinggal di dari daerah Banten yang berdekatan dengan ibu kota dari provinsi Banten. namun tidak tersentuh dengan adanya unsur modernitas sama sekali. Suku ini juga terbagi menjadi dua kategori, yaitu suku Badui dalam dan juga suku Badui luar. Perbedaan dari dua suku ini yaitu suku Badui dalam masih sangat berpegang teguh pada adat istiadat. Segala keorisinalan dari budaya tersebut tetap di pertahankan dan umumnya suku ini tidak menerima faktor perubahan maupun perkembangan jaman dari luar. Suku ini menganggap bahwa pengunjung dari luarlah yang harus mengikuti peraturan adat yang berlaku disana. Sedangkan suku Badui luar adalah suku yang mau menerima hal dari luar. Mereka masih memperbolehkan masyarakat dari luar untuk menggunakan peralatan moderennya, namun di sisi lain masih tetap produktif dalam menjalankan budaya setempat, seperti dalam hal menciptakan karya tenunan. Kedua suku ini mengajarkan kepada dunia untuk kerap melestarikan kebudayaan dan aktif dalam berkontribusi di dalamnya.

 

2. Pedalaman Suku Buton

Suku ini mendiami wilayah Sulawesi Tenggara, dan merupakan suku asal yang tinggal di daerah Sulawesi tenggara. Sutau tradisi unik yang sering diberlangsungkan suku ini dalam menyambut kedatangan tamu dari luar adalah menyelenggarakan kebiasaan ritual yang mereka sebut ‘Pekande Kandea’. Ritual ini merupakan bentuk acara perjamuan makanan saat kedatangan tamu dari luar. Wujud tindakan yang sangat bersahabat ini kembali mengingatkan masyarakat modern untuk tidak hidup terlalu individualis ditengah masyarakat, karena manusia adalah mahluk sosial yang perlu berinteraksi dan saling tolong menolong. Terlebih lagi, kebiasaan yang diterapkan selama acara Pekande Kandea ini adalah menyuguhkan para anak-anak gadis muda suku Buton untuk memberi makan para tamu secara langsung seperti kepada anak kecil. Dimana konon katanya ritual ini sudah berlangsung sejaka jaman dahulu, saat menyambut pada pejuang yang baru pulang dari medang perang.

 

3. Pedalaman Suku Dani

Daerah Irian Jaya memiliki dua macam suku besar, yaitu Asmat dan suku Dani. Suku Dani mendiami wilayah Papua Barat. Sama seperti suku Asmat, suku Dani juga memiliki budaya dan tradisi asal yang berlimpah. Beraneka ragam keindahan budaya yang dapat disaksikan saat berkunjung ke tempat ini misalnya rumah adat Honai yang bentuknya sangat unik. Juga ada suatu tradisi yang dilakukan masyarakat setempat dalam menyambut kedatangan tamu, yaitu tradisi membakar batu serta tarian perang yang kerap dilakukan sebagai wujud tradisi dalam menghormati para leluhur. Dapat diketahui banyak terjadi sejarah akan peperangan yang banyak terjadi pada masa lalu, dan betapa sosok orang yang telah berkorban sangat dianggap sebagai pahlawan. Suku ini juga memiliki cara unik yang sangat ekspresif dalam menyampaikan rasa cinta mereka terhadap pasangan atau keluarga. Contohnya saat ada anggota keluarga atau pasangan yang meninggal, anggota keluarga lain atau pasangan yang ditinggalkan dapat memperlihatkan perasaan pedihnya ditinggalkan dengan cara memotong jari mereka. Meskipun tidak harus ditiru sampai tahap seekstrim ini, namun wujud dari ekspresi akan perasaan dapat ditampilkan kepada orang-orang terkasih dalam kehidupan modern. Supaya koneksi dapat terus terjalin erat dan saling mempercayai satu sama lain.

 

4. Pedalaman Suku Sasak

Salah satu suku lain yang juga terkenal adalah suku Sasak. Suku Sasak berasal dari daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tepatnya mendiami daerah Lombok. Salah satu keunikan tradisi yang terkenal dari suku ini yaitu dalam hari menjelang pernikahan. Jika hari menjelang pernikahan yang dialami oleh banyak masyarakat modern umumnya sangat sibuk dalam menyiapkan berbagai hal, terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam suku Sasak ini. Sang calon pengantin pria pada suku ini akan berusaha untuk menculik sang pengantin wanita, di malam menjelang pernikahan mereka. Dimana upaya ini sudah sebelumnya disepakati oleh keluarga pengantin wanitanya. Sementara dalam perayaan hari H pernikahannya, suku ini memberlangsungkan perayaan makan ketupat yang sangat meriah. Kedua pengantin ini juga akan mengunjungi aneka macam tempat wisata bersama. Dengan  beralaskan tikar mereka akan duduk sambil menikmati pemandangan alam sambil lalu memakan ketupat yang telah di siapkan sebelumnya. Kegiatan macam ini sering disebut sebagai istilah piknik dalam kehidupan modern, meski intensitasnya sudah agak jarang dilakukan akibat dari padatnya kehidupan kerja. Sehingga mengakibatkan masyarakat modern banyak yang kurang bersosialisasi satu sama lain.

 

5. Pedalaman Suku Dayak

Suku Dayak ini adalah suku yang banyak mendiami bagian hulu sungai wilayah Kalimantan. Suku ini memiliki kurang lebih 400 bagian dalam suhunya, dan populasi dari suku dayak ini berjumlah banyak jenisnya di Indonesia. Suku Dayak juga menjadi terkenal akan budaya pemakaian tato yang dimilikinya. Sejarah mencatatkan seorang tokoh terkenal bernama Anthony Kiedis, yang merupakan vokalis dari band internasional yang terkenal bernama Red Hot Chilli Peppers pernah berkunjung ke Kalimantan dan dibuatkan tato. Anthony juga disebut merasa sangat puas akan hasil tato tersebut. Bahan alami yang digunakan dalam membuat tato berwarna hitam tersebut kabarnya dapat membuat warna berubah menjadi emas dan memberi efek bersinar pada kulit saat orang tersebut meninggal.